DEFINISI PENDIDIKAN, TUJUAN, INDIKATOR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHINYA





DEFINISI PENDIDIKAN, TUJUAN,   INDIKATOR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHINYA.

Definisi Pendidikan
Dalam mengerjakan suatu pekerjaan tertentu yang asing, maka perlu mempelajari dahulu cara mengerjakan pekerjaan itu. Tidak ada seseorang yang mampu melaksanakan suatu tugas dengan baik apabila tidak mempelajari terlebih dahulu, bahkan apabila pekerjaan itu nampak mudah, misalnya mengetik surat. Orang yang belum memiliki pengalaman akan mengalami kesukaran dalam melaksanakannya. Jadi, pendidikan dan pelatihan sangat perlu.
Sutrisno (Dalam, Pojoh 2012) menyatakan pendidikan merupakan totalitas interaksi manusia untuk pengembangan manusia seutuhnya, dan pendidikan merupakan proses yang terus-menerus yang senantiasa berkembang. Melalui pendidikan seseorang dipersiapkan untuk memiliki bekal agar siap tahu, mengenal dan mengembangkan metode berfikir secara sistematis agar dapat memecahkan masalah yang akan dihadapi dalam kehidupan dikemudian hari (Dalam, Pojoh 2012). Dan menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 101 Tahun 2000 pasal 1 yang dimaksud dengan Pelatihan dan Pendidikan adalah “Proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan menurut Sikula (Dalam, Hardjanto 2012) disebutkan bahwa Pendidikan adalah berhubungan dengan peningkatan umum dan pemahaman terhadap lingkungan kehidupan manusia secara menyeluruh dan proses pengembangan pengetahuan, kecakapan/keterampilan, pikiran, watak, karakter dan sebagainya.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud pendidikan adalah “Usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan proses seorang manusia dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kinerja dimasa yang akan datang.

Tujuan Pendidikan Menurut Undang undang dan Para ahli
  • Menurut UU No 20 Tahun 2003
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkandi dalam pasal 3 yang mengatakan bahwa:“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”
  • Menurut Ki Hadjar Dewantoro
Tujuan pendidikan adalah untuk mendidik anak agar menjadi manusia yang sempurna hidupnya, yaitu kehidupan dan penghidupan manusia yang selaras dengan alamnya (kodratnya) dan masyarakatnya.
  • Menurut H. Alamsyah Ratuprawira Negara
Tujuan pendidikan nasional diarahkan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan dibarengi dengan meningkatkan kecerdasan, keterampilan, keahlian dan berbagai aspek efektif : mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendidikan
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersebut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.
Menurut Hasibuan, (Dalam, Prasetio 2013) faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan dan pelatihan antara lain:
a.     Peserta
Peserta pendidikan dan pelatihan mempunyai latar belakang yang tidak sama atau heterogen seperti pendidikan dasarnya, pengalaman kerjanya, usianya dan lain sebagainya. Hal ini akan menyulitkan dan menghambat kelancaran pelaksanaan latihan dan pendidikan karena daya tangkap, persepsi dan daya nalar mereka terhadap pelajaran yang diberikan berbeda.
b.     Pelatih/Instruktur
Pelatih atau instruktur yang ahli dan cakap mentransfer pengetahuannya kepada para peserta latihan dan pendidikan sulit didapat. Akibatnya sasaran yang diinginkan tidak tercapai. Misalnya, ada pelatih yang ahli dan pintar tetapi tidak dapat mengajar berkomunikasi secara efektif atau teaching skillnya tidak efekti hanya pintar serta ahli untuk dirinya sendiri.
c.      Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan
Fasilitas sarana dan dibutuhkan untuk pendidikan dan pelatihan itu sangat kurang atau tidak baik. Misalnya, buku-buku, alat mesin-mesin yang akan untuk praktek kurang atau tidak ada. Hal ini akan menyulitkan dan menghambat lancarnya pendidikan dan pelatihan.
d.     Kurikulum
Kurikulum ditetapkan dan diajarkan kurang serasi atau menyimpang serta tidak sistematis untuk mendukung sasaran diinginkan oleh pekerjaan atau jabatan peserta bersangkutan. menetapkan kurikulum dan waktu mengajarkannya yang tepat sangat sulit.
e.      Dana Pendidikan dan Pelatihan
Dana yang tersedia untuk pendidikan dan pelatihan sangat terbatas, sehingga sering dilakukan secara terpaksa, bahkan pelatih maupun sarananya kurang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Berdasarkan uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan dan pelatihan antara lain: Peserta, Pelatih/Instruktur,  Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan, Kurikulum, Dana pelatihan dan pendidikan.

Indikator Pendidikan
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetisi dasar yang di tandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,pengetahuan,dan keterampilan. Indikator pendidikan adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif pendidikan sebagai alat yang di gunakan dalam mengevaluasi implementasi sistem pendidikan.
Menurut Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor. 20 Tahun 2003, indikator pendidikan adalah berdasarkan:
1.     Tingkat/jenjang pendidikan (pendidikan formal)
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan.
2.      Pendidikan Nonformal.
Pendidikan nonformal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan.

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa indikator dari pendidikan terdiri dari Tingkat/jenjang pendidikan (pendidikan formal) dan Pendidikan Nonformal.


0 Response to "DEFINISI PENDIDIKAN, TUJUAN, INDIKATOR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHINYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel